Program & Kegiatan

Program Nyata,
Dampak Abadi

2 program terencana yang menyentuh kehidupan nyata masyarakat Indonesia.

Hutan Adat & Lanskap Aktif Unggulan

Dukungan Restorasi Lahan Kritis dan Penguatan HKM di Lereng Gunung Pasaman

Program ini bertujuan memperkuat pengelolaan dan pemulihan kawasan hutan lindung di lereng Gunung Pasaman melalui dukungan bagi kelompok HKM Talago Bawah Gunung dan komunitas di sekitarnya. Kawasan ini merupakan bagian penting dari hutan hujan tropis yang menjaga tata air, mencegah longsor dan degradasi lahan, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjadi penyangga kehidupan masyarakat Pasaman Barat. Namun, lemahnya pengawasan dan maraknya ilegal logging telah menyebabkan sekitar 6.000 hektar hutan menjadi lahan kritis, menimbulkan konflik sosial, dan mengancam keberlanjutan ekologi wilayah ini. Sejak ditetapkannya sekitar 3.798 hektar sebagai areal perhutanan sosial di bawah pengelolaan HKM Talago Bawah Gunung, masyarakat bersama Yayasan Ulayat Nagari Indonesia (YUNI) telah berupaya memulihkan hutan yang rusak. Program ini akan memperkuat kapasitas masyarakat adat dan kelompok pengelola hutan dalam organisasi, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan lapangan, termasuk pemetaan lahan kritis, pencegahan ilegal logging, penanaman kembali, serta pengembangan agroforestry berbasis masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempertahankan legalitas skema perhutanan sosial sekaligus menjadikan masyarakat sebagai aktor utama konservasi. Selama enam bulan, kegiatan akan mencakup pemetaan partisipatif wilayah lahan kritis, pelatihan dan pendampingan bagi kelompok pengelola, konsultasi publik mengenai pengakuan dan pemulihan hak masyarakat adat atas kawasan hutan, serta penanaman kembali pada area prioritas. Outcome yang diharapkan meliputi pengusulan objek perhutanan sosial baru dan menguatnya dorongan kebijakan daerah yang mengakui hak masyarakat adat atas hutan di lereng Gunung Pasaman. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pemulihan ekosistem hutan lindung sekaligus memperkuat keadilan agraria dan keberlanjutan hidup masyarakat di sekitarnya.

Sumatera Barat 50 Peserta Apr 2026 – Sep 2026
Capaian Program 70%
Pelajari Program
Hak Adat, Hukum & Kebijakan Aktif Unggulan

Penguatan Tata Kelola Wilayah Adat dan Kepemimpinan Adat di Tiga Nagari Minangkabau

Program ini bertujuan memperkuat pengelolaan wilayah adat dan tata kelola pengambilan keputusan di tingkat komunitas di tiga nagari masyarakat Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, yaitu Nagari Labuhan, Nagari Ganggo Mudiak, dan Nagari Katiagan/Mandiangi Katiagan. Melalui dukungan pendanaan Forest Visions, komunitas akan menggali dan membangun pemahaman bersama mengenai potensi sosial, budaya, ruang hidup, dan ekologi wilayah adat mereka, sekaligus mengidentifikasi tantangan seperti tekanan pembangunan infrastruktur, ekspansi perkebunan kelapa sawit skala besar, dan proyek energi “hijau” yang berpotensi mempengaruhi hutan dan tanah ulayat. Kegiatan utama meliputi pertemuan komunitas dan diskusi kampung, penyusunan lanskap wilayah adat secara partisipatif, fasilitasi penyusunan protokol FPIC (Free, Prior and Informed Consent/PADIATAPA) di tingkat nagari, pelatihan dan training of trainers bagi bundo kanduang dan generasi muda adat, serta penyusunan tata kelola nagari/desa berkelanjutan. Pemetaan partisipatif dan protokol FPIC akan menjadi dasar bersama untuk mengurangi tumpang tindih klaim, memperkuat posisi komunitas ketika menghadapi rencana investasi atau proyek eksternal, serta memastikan bahwa setiap keputusan diambil secara bebas, didahulukan, dan diinformasikan secara utuh. Dalam jangka panjang, kombinasi antara pemetaan wilayah adat, penerapan protokol FPIC, dan penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan dan generasi muda diharapkan berkontribusi pada perlindungan hutan adat, penguatan kemandirian nagari, serta ketahanan sosial-budaya masyarakat adat Minangkabau. Program ini juga diharapkan memperkuat peran Yayasan Ulayat Nagari Indonesia sebagai pendamping masyarakat adat dalam mengelola konflik agraria, menjaga tanah ulayat, dan mempertahankan nilai-nilai adat di Ranah Minang.

Sumatera Barat 150 Peserta Jan 2026 – Dec 2026
Capaian Program 70%
Pelajari Program
Pencapaian

Hasil Nyata yang Kami Capai

Penghargaan Lembaga Terbaik

3 kali menerima penghargaan Lembaga Sosial Terbaik dari Kementerian Sosial RI (2015, 2018, 2022).

Jangkauan Nasional

Program aktif di 12 provinsi, dengan rencana ekspansi ke seluruh 34 provinsi pada 2027.

Komunitas Dampingan

Lebih dari 80 komunitas adat dan lokal yang secara aktif mendapat pendampingan dan dukungan.