Program Nyata,
Dampak Abadi
1 program terencana yang menyentuh kehidupan nyata masyarakat Indonesia.
Penguatan Tata Kelola Wilayah Adat dan Kepemimpinan Adat di Tiga Nagari Minangkabau
Program ini bertujuan memperkuat pengelolaan wilayah adat dan tata kelola pengambilan keputusan di tingkat komunitas di tiga nagari masyarakat Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, yaitu Nagari Labuhan, Nagari Ganggo Mudiak, dan Nagari Katiagan/Mandiangi Katiagan. Melalui dukungan pendanaan Forest Visions, komunitas akan menggali dan membangun pemahaman bersama mengenai potensi sosial, budaya, ruang hidup, dan ekologi wilayah adat mereka, sekaligus mengidentifikasi tantangan seperti tekanan pembangunan infrastruktur, ekspansi perkebunan kelapa sawit skala besar, dan proyek energi “hijau” yang berpotensi mempengaruhi hutan dan tanah ulayat. Kegiatan utama meliputi pertemuan komunitas dan diskusi kampung, penyusunan lanskap wilayah adat secara partisipatif, fasilitasi penyusunan protokol FPIC (Free, Prior and Informed Consent/PADIATAPA) di tingkat nagari, pelatihan dan training of trainers bagi bundo kanduang dan generasi muda adat, serta penyusunan tata kelola nagari/desa berkelanjutan. Pemetaan partisipatif dan protokol FPIC akan menjadi dasar bersama untuk mengurangi tumpang tindih klaim, memperkuat posisi komunitas ketika menghadapi rencana investasi atau proyek eksternal, serta memastikan bahwa setiap keputusan diambil secara bebas, didahulukan, dan diinformasikan secara utuh. Dalam jangka panjang, kombinasi antara pemetaan wilayah adat, penerapan protokol FPIC, dan penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan dan generasi muda diharapkan berkontribusi pada perlindungan hutan adat, penguatan kemandirian nagari, serta ketahanan sosial-budaya masyarakat adat Minangkabau. Program ini juga diharapkan memperkuat peran Yayasan Ulayat Nagari Indonesia sebagai pendamping masyarakat adat dalam mengelola konflik agraria, menjaga tanah ulayat, dan mempertahankan nilai-nilai adat di Ranah Minang.
Hasil Nyata yang Kami Capai
Penghargaan Lembaga Terbaik
3 kali menerima penghargaan Lembaga Sosial Terbaik dari Kementerian Sosial RI (2015, 2018, 2022).
Jangkauan Nasional
Program aktif di 12 provinsi, dengan rencana ekspansi ke seluruh 34 provinsi pada 2027.
Komunitas Dampingan
Lebih dari 80 komunitas adat dan lokal yang secara aktif mendapat pendampingan dan dukungan.